Obesitas menjadi masalah di seluruh dunia karena prevalensinya yang meningkat pada orang dewasa dan anak baik di negara maju maupun negara sedang berkembang. Di antara negara sedang berkembang, jumlah anak usia sekolah dengan overweight terbanyak berada di kawasan Asia yaitu 60% populasi atau sekitar 10,6 juta jiwa. Penelitian di Semarang pada tahun 2004 memperlihatkan bahwa prevalensi overweight pada anak 6-7 tahun adalah 9,1% sedangkan obesitas 10,6%. Peningkatan prevalensi obesitas terjadi karena berkurangnya aktivitas fisik dan perubahan pola makan. Metabolisme energi ini berperan penting dalam pengaturan berat badan dan patogenesis obesitas. Komponen terbesar pengeluaran energi adalah resting energy expenditure (REE) yang diperlukan untuk mempertahankan homeostasis tubuh, sedangkan aktivitas fisik merupakan kunci utama keseimbangan energi. Aktivitas fisik menyumbang 31% pengeluaran energi pada anak laki-laki dan 25% pada anak perempuan. Begitu salah satu paparan yang disampaikan dr. Mexitalia Setiawati Estiningtyas, M. SpA(K) dalam Promosi Doktor Ilmu Kedokteran Pascasarjana UNDIP hari ini 27 Februari 2010. Sebagai promotor adalah Prof. Dr. dr. Ag. Soemantri, SpA(K), Ssi; dr. Damayanti R. Sjarif, PhD, SpA(K) dan Prof. Dr. dr. Hertanto Wahyu Subagio, MS, SpGK.